Uang lagi

SentraClix DbClix

proteksi flashdisk

on Senin, 16 Februari 2009

  1. Membuat partisi Flashdisk jadi 2 bagian atau lebih.
  • Memiliki Flashdisk berkapasitas besar (diatas 1 GB) disarankan membuat partisi lebih dari satu. Ini untuk mengantisipasi jika terjadi kerusakan fatal baik disebabkan oleh virus atau penyebab lainnya, kita masih bisa menyelamatkan data disalah satu partisi seandainya jalan terakhir ‘memformat’ flashdisk harus dilakukan. Dalam membuat partisi format dengan NTFS (support windows 2000/2003/XP) bukan FAT32.
  • Buat satu bagian yang aman (kita harus memasukkan password untuk dapat mengakses bagian flashdisk yang aman –secure-), dan 1 bagian lagi yang bisa diakses umum. Jika kita menggunakan Windows XP Pro (bukan home edition) dan format winnya NTFS kita dapat membuat password pada sebuah folder dengan langkah-langkah sbb:

    Control panel >> Folder Options >> View >> Lihat checkbox bawah sendiri >> hilangkan tanda centang >> OK. Kemudian, Klik kanan folder yang mau di proteksi >> Properties >> Security >> beri tanda cek semua pada kolom deny. >> OK. Folder yang bersangkutan akan berubah menjadi 0 byte.
2. Menggunakan tool/aplikasi untuk memproteksi USB Flashdisk.

Ada banyak sekali tool yang berfungsi untuk melindungi folder maupun file yang ada dalam storage device seperti:
  • File Protektor
  • Folder Guard
  • Folder Lock
  • Mysecretfolder
  • Usbdiskguard
  • Carryit
  • Easy file Pro
  • Dll
Dari semua tool tersebut pada dasarnya mempunyai fungsi yang sama yaitu memproteksi folder atau file dengan password sehingga orang lain tidak bisa mengakses folder tersebut atau virus tidak bisa menginfeksi folder atau file yang bersangkutan.
3. Meng’kompres’ data maupun Meng’enskripsi’ data
Biasanya setiap USB Flashdisk selalu disertai CD driver bawaannya, biasanya pula dalam CD driver tersebut ada tool untuk “Compression Support” maupun “Encription Support”. Namun jika kita tidak mendapatkan tool yang dimaksud kita dapat menggunakan tool lain seperti WinRar untuk melakukan kompresi dan memberikan password pada data yang dikompresi tersebut.

dibaca berikutnya »»

Disable Menu Klik Kanan

Disable Menu Klik Kanan atau Context Menu. Semua user pasti akrab dengan menu klik kanan atau yang lebih dikenal dengan context menu ini. Disebut context menu karena menu yang muncul tergantung dari kondisi atau context tertentu dari yang diklik kanan tersebut. Karena kepraktisannya, user lebih suka menggunakan menu klik kanan ini dari pada menu yang lainnya. Pada browser bawaan Microsoft, Internet Explorer, karena alasan tertentu, misalnya alasan security, Anda dapat menon-aktifkan context menu tersebut sehingga user tidak dapat seenaknya melakukan klik kanan.



Tips kali ini akan mempergunakan fasilitas Windows, yaitu group policy editor atau gpedit.msc.

Langkah-langkahnya adalah seperti biasanya, sebagai berikut.

1. Klik Start >> Run >> kemudian ketikkan gpedit.msc kemudian OK atau ENTER, hingga terbuka jendela group policy editor.

2. Kemudian klik User Configuration >> Administrative Templates >> Windows Components >> Internet Explorer >> Browser Menus.

3. Kemudian pada sebelah kanan, temukan dan klik double Disable Context menu hingga akan muncul jendela Disable Context menu Properties.

4. Kemudian pilih opsi Enabled, dan lanjutkan dengan mengklik OK atau Apply.

5. Selesai.

Sekarang, Anda coba buka situs tertentu dengan Internet Explorer dan cobalah untuk melakukan klik kanan, apa yang terjadi adalah klik kanan tidak bisa diakses.

dibaca berikutnya »»

Sembunyikan Menu Run Pada Menu Start

Menu Run yang ada pada menu Start digunakan untuk mempercepat akses file program atau executable yang biasanya tidak tercatat dalam bagian Start>>All Programs. Namun karena alasan tertentu, misalnya alasan security, kita dapat Menyembunyikan Menu Run Pada Menu Start sehingga dengan demikian, orang lain yang menggunakan komputer kita tidak dapat mengaksesnya. Ikuti tipsnya bersama Tips dan Trik Komputer.

Langkah-langkah Menyembunyikan Menu Run Pada Menu Start adalah

sebagai berikut.

1. Klik Start >> Run >> kemudian ketik regedit kemudian tekan OK atau ENTER hingga muncul jendela Registry Editor.

2. Kemudian klik HKEY_CURRENT_USER >> Software >> Microsoft >> Windows >> Current Version >> Policies >> Explorer

3. Kemudian klik kanan pada Explorer >> New Dword >>

4. Rename New Value menjadi NoRun

5. Klik double pada NoRun sehingga muncul jendela Edit Dword Value.

6. Ubah Value datanya menjadi 1.

7. Selesai

Sekarang, silakan logoff atau restart PC Anda dan pastikan menu Run sudah tidak muncul lagi.

dibaca berikutnya »»

Tips Menyembunyikan Tab Screen Saver

Cara Menyembunyikan Tab Screen Saver : Jika komputer Anda sering digunakan orang lain, tidak ada salahnya untuk waspada terhadap kemungkinan orang tersebut melakukan keisengan dengan merubah settingan tertentu pada komputer kita, termasuk perubahan screen saver. Tentunya Anda tidak ingin screen saver Anda diganti dengan tulisan dan/atau gambar yang tidak sopan , kan!! Dengan tips berikut ini, Anda dapat menyembunyikan tab screen saver pada Display Properties sehingga orang lain tidak mudah untuk mengotak-atik screen saver.

Tips ini menggunakan fasilitas group policy editor, dengan langkah-langkah sebagai berikut.

1. Klik Start >> Run kemudian ketik gpedit.msc kemudian klik OK atau ENTER hingga muncul jendela group policy editor.

2. Kemudian klik User Configuration >> Administrative Templates >> Control Panel >> Display >>

3. Kemudian pada panel sebelah kanan, klik double pada Hide Screen Saver tab hingga muncul jendela Hide Screen Saver tab Properties

4. Kemudian pilih opsi Enabled

5. Kemudian klik OK atau ENTER.

6. Selesai

Setelah itu, coba Anda buka Display Properties, dan pastikan tab screen saver sudah tidak ada lagi.

dibaca berikutnya »»

Membersihkan print head yang mengering dan tersumbat

Kejadian ini sering kita alami malah kemungkinan yang mempunyai printer jenis inkjet pernah atau mungkin suatu saat akan mengalami juga. Ini sering dikenal dengan Clogged print head atau istilahnya head print mengering atau tersumbat.

Sebelum melangkah lebih lanjut emang seharusnya kita ekstra hati-hati dengan print head. Sangat bijaksana kalau kita sering mengecek kondisi print head secara periodik untuk masalah seperti ini. Jika masalah head seperti ini mulai nampak sebaiknya mulai siap-siap kita antisipasi sebelum semakin parah lama-kelamaan.

Head printer bisa mengering dan tersumbat jika suatu saat dalam jangka waktu agak lama printer tidak pernah atau jarang kita gunakan. Ini disebabkan tinta yang mengering dan menyumbat lubang di head printer. Untuk masalah ini kita bisa berusaha dengan berbagai cara untuk mengatasi maslah ini :



Beberapa tipe printer model baru dilengkapi dengan fasilitas Cleaning system. Coba lakukan dengan fasilitas bawaan ini yakni dengan melakukan test printer berulang-ulang. Atau juga ada yang telah dilengkapi dengan fasilitas untuk membersihkan head (cleening head). Fasilitas ini bisa digunakan untuk membersihkan head. Cara ini hanya berguna jika sumbatan pada head tak terlalu parah. Biasanya untuk head tersumbat yang padah cara ini jarang berhasilnya. Dan jika proses cleaning head menggunakan fasilitas tersebut anda lakukan berulang-ulang mungkin 15 sampai 20 kali maka itu akan menyebabkan boros tinta. Atau bahkan bisa menyebabkan “Waste ink tank full” sehingga perlu di reset.

Cara yang lainya adalah tinggal mengganti cartidge. Cara ini bisa dilakukan jika cartidge dan head menyatu. Cara ini memang cepat dan gampang, namun memakan biaya yang lumayan merogoh kocek kita. Coba bayangkan jika kejadian ini sering anda alami.Boro-boro mau hemat. saya hanya menganjurkan ini untuk pilihan terakhir.

Dan terakhir ini salah satu cara yang bisa kita coba. Kita coba bersihkan sendiri head printer. Yaitu dengan merendam atau memasukan head printer kedalam cairan/air boleh ditambahkan alkohol atau ammoniac kedalamnya (ingat yang dimasukan ke cairan hanya bagian head-nya saja, bukan semuanya). Atau kalau perlu anda membeli cairan khusus untuk membersihkan head printer yang mengering ini (cartridge flush solution), namun cairan ini lumayan juga harganya. Silahkan anda lakukan langkah ini sekitar 10 menit atau kalau perlu seharian juga tidak masalah. Langkah ini bisa mencirkan lagi tinta yang mengering. Dengan cairnya tinta kering tersebut diharapkan bisa untuk mencetak dengan bagus lagi.

dibaca berikutnya »»

Install Antivirus Windows di Linux

Ada berbagai cara untuk melindungi Windows Anda dari serangan virus, salah satunya adalah dengan menguji coba antivirus yang Anda gunakan.

Hal tersebut dilakukan jika anda masih khawatir Windows terserang virus, cobalah install antivirus Windows di Linux. Gunakan Wine untuk mengemulasi lingkungan Windows di Linux, sehingga anti virus akan berjalan mulus di Linux. Cobalah menggunakan Avira AntiVir yang dijalankan oleh Wine di Mandriva. Coba juga memakai Wine untuk mengemulasi PCMAV supaya bisa menghalau virus lokal sebelum masuk ke Windows.

Hasilnya cukup ampuh. Anda tidak perlu mengotori Windows kesayangan anda dengan virus jika memakainya. Sebelum mengerjakan tugas dari flashdisk teman, masuklah dulu ke Linux dan scan dengan anti virus. Dijamin komputer (terutama Windows) akan lebih aman.



Jika antivirus anda bisa berjalan baik melalui Wine, bersyukurlah. Anda bisa melakukan ritual “babat alas” di sini. Pilihlah anti virus yang hemat memory karena Wine belum bisa mengemulasi dengan sempurna. Avira AntiVir berjalan cukup lambat ketika start, namun saat scanning selalu mulus dan relatif cepat karena dia hemat memory. PCMAV memang agak rakus memory, namun ketika scan dia berjalan begitu cepat.

dibaca berikutnya »»